Jumat, 10 Juni 2011

Belajar Nge-Blog (lagi!)

Nge-Blog?kata-kata yang dulu sempat sangat saya sukai pada waktu saya duduk dibangku SMA kelas 2. Berawal dari tugas dari guru TI untuk membuat sebuah blog, iseng-iseng nulis, eh kecantol deh. Hmm, tapi ya seiring banyaknya bermunculan jejaring sosial macam facebook, friendster, twitter,dsb, nge-blog serasa kurang menarik lagi menurut saya, kenapa? karena simple, ga ada yang ngomen! hehe, walaupun kesannya klise sekali ya bagaimana lagi, rasanya kalo ga dibaca orang tu gmana gitu rasanya. Nah akhirnya sekitar 1 tahun ngeblog, saya vakum, kangen buka blog, dibuka benttar, ditutup lagi, dst. Terus terang, nge-Blog kalo tampilan blog ga keren, membuat saya males nulis juga. :)

Well, setelah beberapa lama gitu, aku mulai lagi buka blog saya, liat-liat entri lama, eh nemu berbagai macam komen, wah senang sekali, ternyata blog saya dibaca orang..ckckckck..mulai dari sana aku pengen rasanya "belajar nge-Blog (lagi!)" dan menekuni dunia para blogger. Karena menurut saya, anak kuliahan bisa berbagi berbagai informasi disini, banyak hal yang bisa ditulis..:)

Yang ingin kulakukan adalah, membuat tampilan blogku sekeren mungkin, dan menulis hal-hal menarik yang tentunya berupa hal-hal yang ada disekitarku.

Salam,
Made

Kamis, 10 Maret 2011

CARL ROGERS : Person-Centered Theory

Carl Ransom Rogers adalah seorang psikolog yang terkenal dengan pendekatan terapi klinis yang berpusat pada klien (client centered). Rogers kemudian menyusun teorinya dengan pengalamannya sebagai terapis selama bertahun-tahun. Teori Rogers mirip dengan pendekatan Freud, namun pada hakikatnya Rogers berbeda dengan Freud karena Rogers menganggap bahwa manusia pada dasarnya baik atau sehat. Dengan kata lain, Rogers memandang kesehatan mental sebagai proses perkembangan hidup alamiah, sementara penyakit jiwa, kejahatan, dan persoalan kemanusiaan lain dipandang sebagai penyimpangan dari kecenderungan alamiah.

Teori Rogers didasarkan pada suatu "daya hidup" yang disebut kecenderungan aktualisasi. Kecenderungan aktualisasi tersebut diartikan sebagai motivasi yang menyatu dalam setiap diri makhluk hidup dan bertujuan mengembangkan seluruh potensinya semaksimal mungkin. Jadi, makhluk hidup bukan hanya bertujuan bertahan hidup saja, tetapi ingin memperoleh apa yang terbaik bagi keberadaannya. Dari dorongan tunggal inilah, muncul keinginan-keinginan atau dorongan-dorongan lain yang disebutkan oleh psikolog lain, seperti kebutuhan untuk udara, air, dan makanan, kebutuhan akan rasa aman dan rasa cinta, dan sebagainya.

Biografi

Carl Ransom Rogers lahir di Oak Park, Illinois, daerah pinggiran kota Chicago pada 8 Januari 1902, merupakan anak keempat dari enam bersaudara yang lahir dari pasangan Walter dan Julia Cushing Rogers. Dia merupakan anak yang cukup cerdas dan bisa membaca dengan baik sebelum masuk taman kanak-kanak. Rogers lebih dekat dengan ibu daripada ayahnya, karena selama bertahun-tahun awal kanal-kanaknya, sering kali jauh dari rumah karena perkerjaannya sebagai insinyur sipil. Walter dan Julia Rogers sama-sama religius, membuat Rogers tertarik pada Alkitab sehingga dia rajin membacanya. Rogers dibesarkan dalam keluarga yang berkecukupan dan menganut aliran protestan fundamentalis yang terkenal keras, dan kaku dalam hal agama, moral dan etika.Dari orangtuanya, dia juga belajar nilai kerja keras – sebuah nilai yang, tidak seperti agama, lebih menetap abadi dalam dirinya di sepanjang hayatnya. Namun pada suatu waktu orangtua pindah ke daerah pertanian untuk mencegah dari pengaruh Suburb untuk anak-anak mereka. Di sinilah Rogers muda mulai tertarik dalam dunia pertanian.

Rogers memiliki cita-cita untuk menjadi petani, dan setelah lulus SMA dia masuk University of Wisconsin jurusan pertanian. Namun tak berapa lama kemudian dia mulai bosan dengan pertanian dan lebih tertarik kepada agama. Pada tahun ketiganya di Wisconsin, Rogers terlibat sangat dalam dengan aktivitas-aktivitas keagamaan di kampus dan menghabiskan waktu sampai 6 bulan berkeliling ke Peking, China untuk menghadiri konferensi agama bagi mahasiswa, dimulai dari tanggal . Perjalanan ini tampaknya memberikan kesan mendalam padanya. Interaksi dengan para pemimpin agama yang masih muda usianya sudah mengubahnya menjadi seorang pemikir yang lebih liberal dan mendorongnya menuju independensi dari pandangan-pandangan keagamaan orangtuanya. Pengalaman-pengalaman dengan rekan-rekan kepemimpinan ini juga memberi keyakinan-diri lebih besar dalam hubungan sosialnya. Sayang, dia kembali dari perjalanan itu dengan membawa penyakit.

Meskipun sakit mencegahnya untuk segera kembali ke kampus namun, sakit tidak bisa mencegahnya dari bekerja: Carl Rogers menghabiskan waktu sampai setahun menyibukkan diri dengan mengerjakan sebuah lahan pertanian dan pemotongan kayu setempat sebelum akhirnya dapat kembali lagi ke Wisconsin. Di sana dia segera bergabung dengan sebuah kelompok persaudaraan, menunjukkan rasa percaya diri yang lebih besar, dan secara umum penampilannya berubah dari sebelum dia pergi ke China.

Pada tahun 1924, Rogers masuk ke sekolah Union Theological Seminary di New York dengan niat menjadi pendeta. Ketika tinggal di seminari, dia mengikuti beberapa perkuliahan psikologi dan pendidikan di Columbia University dekat tempat tinggal. Di sana dia sangat terkesan oleh kemajuan perkembangan pendidikan John Dewey yang begitu kuat mendominasi fakultas keguruan universitas tersebut. Secara bertahap Rogers mulai enggan dengan pekerjaan-pekerjaan religiusnya yang bersifat doktriner itu. Meskipun Union Theological Seminary cukup liberal namun, Rogers memutuskan tidak ingin lagi mengukuhkan pengetahuannya tentang masalah iman selain menginginkan kebebasan lebih besar untuk mengeksplorasi ide-ide baru. Akhirnya, di musim gugur 1926 dia meninggalkan seminari untuk masuk ke Teachers College untuk mempelajari sepenuh waktu topic-topik psikologi klinis dan psikologi pendidikan. Dari sejak itu, dia tidak pernah kembali lagi ke agama formal. Hidupnya sekarang mengambil arah yang sama sekali baru – menuju psikologi dan pendidikan.

Pada tahun 1927, Rogers bekerja sebagai rekanan di Institute for Child Guidance yang baru didirikan di New York City dan terus bekerja di sana sambil menyelesaikan gelar doktoralnya. Di institute, dia mendapatkan pengetahuan dasar tentang psikoanalisis Freudian namun tidak begitu terkesan dengannya meskipun dia sudak mencobanya dalam praktik. Dia juga mengikuti kuliah Alfred Adler, tokoh yang mengejutkan Rogers dan anggota staf lainnya lantaran keyakinannya bahwa pengelaborasian sejarah kasus tidak begitu dibutuhkan lagi bagi psikoterapi.

Rogers menerima gelar Ph.D dari Columbia pada 1931 setelah pindah ke New York untuk bekerja di Rochester Society for the Prevention of Cruelty to Children. Selama fase awal karier profesionalnya ini, Rogers terpengaruh sangat kuat oleh gagasan-gagasan Otto Rank, salah satu rekan terdekat Freud sebelum keluar dari lingkaran-dalamnya., Pada 1936, Rogers mengundang Rank ke Rochester untuk memberikan seminar tiga hari mengenai praktik psikoterapi post-Freudian-nya. Kuliah umum Rank ini memberi Rogers sebuah keyakinan mendalam bahwa terapi merupakan konsep tentang hubungan yang menghasilkan pertumbuhan emosional, disediakan lewat cara terapis menyimak secara empatis dan penerimaan tanpa syarat klien mereka.

Rogers menghabiskan waktu 12 tahun di Rochester dengan melakukan perkerjaan yang dengan mudak mengisolasinya dari kesuksesan karier akademis. Dia sudah melepaskan keinginan untuk mengajar di Universitas setelah memperoleh pengalaman singkat mengajar selama musim panas 1935 di Teachers College dan setelah mengajar di jurusan sosiologi University of Rochester. Selama periode ini, dia menulis buku pertamanya, The Clinical Treatment of the Problem Child (1939), yang membuatnya diundang untuk mengajar di Ohio State University. Rogers sebenarnya ingin menolak tawaran ini namun istrinya mendesak untuk menerimanya, apalagi pihak otoritas universitas di sana setuju memberinya posisi puncak dengan gelar akademis professor penuh. Pada 1940, di usia 38 tahun, Rogers pindah ke Columbus untuk memulai karier baru.

Karena mendapat tekanan dan tuntuntan dari mahasiswa-mahasiswa S-2 yang diajarnya, Rogers secara bertahap muai mengonseptualisasikan ide-idenya tentang psikoterapi, yang tidak dimaksudkannya sebagai sebuah teori yang unik apalagi controversial. Ide-ide ini ditulisnya dalam Counselling and Psychotherapy, terbit tahun 1942. Di buku ini, yang menjadi reaksi bagi pendekatan lama terhadap terapi, Rogers meminimalkan penyebab-penyebab dari gangguan dan pengidentifikasian dan pelabelan kelainan-kelainan. Bahkan dia menekankan pentingnya pertumbuhan batin pasien (yang disebut Rogers “klien”).

Pada tahun 1944, sebagai akibat dari pecahnya perang, Rogers pindah kembali New York sebagai direktur pelayanan konseling bagi United Services Organisation. Setelah bekerja satu tahun di sana, dia mengambil sebuah posisi di University of Chicago, dimana dia mendirikan sebuah pusat konseling dan memiliki kebebasan lebih besar untuk meneliti proses dan hasil psikoterapi. Tahun 1945 sampai 1957 di Chicago itu menjadi tahun-tahun paling produktif dan kreatif sepanjang kariernbya. Terapi Rogers berkembang dari hanya sekedar menekankan metodologi, atau yang di awal tahun 1940-an disebut teknik “ tidak-mengarahkan” (non directive technique) menjadi sebuah teknik yang lebih menekankan hubungan klien-terapis. Dan dengan sifat ilmuwannya, Rogers lagi-lagi menggandeng para mahasiswa dan koleganya untuk menghasilkan riset terobosan mengenai proses dan keefektifan psikoterapi.

Karena ingin mengembangkan riset-riset dan ide-idenya ke dalam psikiatri, Rogers sekali lagi menerima tawaran posisi di University of Wisconsin pada 1957. Namun dia merasa frustrasi dengan kariernya di Wisconsin karena tidak sanggup menyatukan profesi psikiatri dan psikologi. Selain itu, dia merasa kalau beberapa anggota staf risetnya sendiri sudah terlibat dalam perilaku yang tidak jujur dan tidak etis. Kecewa dengan pekerjaannya di sini, Rogers pindah ke California, di mana dia bergabung dengan Western Behavioral Sciences Institute (WBSI) dan menjadi semakin tertarik dengan riset tentang kelompok-kelompok pertemuan.

Rogers mundur dari WBSI saat dia merasa lembaga ini mulai kurang demokratis. Bersama 75 anggota laninnya dari institut tersebut, Rogers membentuk Center for Studies of the Person. Dia terus bekerja dengan kelompok-kelompok pertemuan namun meluaskan metode person-centered-nya bidang pendidikan (termasuk melatih para dokter) dan politik internasional. Selama tahun-tahun terakhir hidupnya, Rogers banyak menyelenggarakan lokakarya di luar negeri, seperti Hungaria, Brazilia, Afrika Selatan, dan Uni Soviet. Pada 4 Februari 1987 Rogers, meninggal setelah operasi bedah tulang pinggulnya, hal ini cukup kontroversi karena beberapa .

Kehidupan pribadi Carl Rogers sendiri ditandai oleh perubahan dan keterbukaan terhadap pengalaman. Ketika masih remaja dia sangat pemalu, tidak memiliki teman dekat, dan “secara sosial tidak kompeten bahkan untuk menjalin hubungan artificial sekalipun”. Namu begitu, dia memiliki kehidupann fantasi yang aktif, yang di kemudian hari didiagnosisnya sebagai “schizoid”. Sifat pemalu dan inkompetensi sosialnya banyak membatasi hubungan Rogers dengan peremupan. ketika masuk University of Wisconsin pertama kali, dia hanya sanggup berbicara dengan seorang perempuan muda yang sudah dikenalnya waktu SD dulu di Oak Park – Helen Elliot. Helen dan Rogers kemudian menikah pada 1924 dan memiliki dua anak – David dan Natalie. Meskipun menghadapi sejumlah masalah besar di awal hubungan-hubungan antarpribadinya namun, Rogers segera tumbuh menjadi salah satu pemikir terkemuka yang menjadikan nyata bahwa hubungan antarpribadi di antara dua individu merupakan kekuatan dahsyat yang dapat menumbuhkan perkembangan psikologis yang sehat pada diri keduanya. Namun transisi ini tidak pernah mudah. Dia harus meninggalkan agama formal orangtuanya, untuk kemudian secara bertahap membentuk sebuah filsafat humanistik/eksistensial yang diharapkannya dapat menjembatani jurang pemikiran Timur dan Barat.

Rogers menerima banyak penghargaan semasa kehidupan profesionalnya yang cukup lama. Dia menjadi presiden pertama American Association for Applied Psycholog dan membantu organisasi ini kembali menyatu dengan American Psychology Association (APA). Atas jerih payahnya itu, dia dipercayai menjadi presiden APA untuk peride 1946-1947 dan kemudian dipercaya menjadi presiden pertama American Academy of Psychotherapist. Pada 1956 dia menjadi pemenang bersama psikolog lain dalam Distingushed Scientific Contribution Award yang pertama kali diadakan APA. Penghargaan ini sangat memuaskan Rogers karena itu berarti pengakuan terhadap kemampuannya sebagai periset, sebuah kemampuan yang sudah dipelajarinya baik-baik sejak dia masih seorang anak kecil yang tinggal di sebuah pertanian Illinois.

Rogers awalnya tidak begitu memerhatikan teori kepribadian. Dan seperti sudah disinggung di atas, di bawah tekanan dan tuntutan mahasiswa-mahasiswa yang diajarnya, dan juga demi memuaskan kebutuhan batinnya untuk dapat menjelaskan fenomena yang sedang diobservasinya itulah, maka dia mengembangkan teorinya sendiri, yang pertama kali diujicobakan dalam agenda APA ketika dia menjadi presidennya. Teorinya lebih disempurnakan dalam Client-Centered Therapy (1951) dan diungkapkan lebih detail lagi dalam edisi Koch. Namun begitu, Rogers selalu menekankan bahwa teori mestinya tetap bersifat tentative, dan dengan pemikiran seperti inilah kita mestinya mendekati diskusi tentang teori kepribadian Rogerian.

Hubungan antara biografi dan teori Carl Rogers

Walaupun dalam beberapa sumber referensi baik buku, maupun artikel tidak menyebutkan secara lengkap dan jelas tentang hubungan antara perjalanan hidup Rogers dengan teori yang ditemukannya (sebagaimana latar belakang perjalanan hidup Sigmund Freud yang dimana hampir semua berhubungan dengan asumsi-asumsi yang dibuatnya dalam kerangka psikoanalisa.), namun saya akan mencoba untuk menghubungkan antara beberapa pengalaman hidupnya yang kemudian menjadi latar belakang munculnya teori-teori kepribadian yang pernah diciptakannya. Hal-hal tersebut diantaranya :

1. Ketertarikan Rogers pada dunia pertanian yang ilmiah sangat berpengaruh terhadap penciptaan – penciptaan teori yang cukup gemilang. Ia sangat tertarik dalam mengembangkan sikap ilmiah terhadap alam, mencatat dengan detail observasi-observasinya. Catatan-catatan ini mengajarkannya kondisi-kondisi yang “dibutuhkan dan cukup” bagi pertumbuhan optimal tumbuhan dan hewan. Devosinya kepada metode ilmiah masih tetap melekat pada diri Carl Rogers sepanjang hidupnya. Observasi-observasi detail yang dilakukannya terhadap berbagai macam tumbuhan dan aktifitas hewani dan pemahamannya tentang kondisi yang “dibutuhkan” serta kondisi yang “tercukupkan” bagi pertumbuhan mahluk hidup membawanya kepada penelitian-penelitian tentang pertumbuhan psikologis manusia. Seperti pada asumsi-asumsi dasar pada teori person-centered mengenai Kecenderungan Formatif yaitu kecenderungan bagi semua hal untuk berkembang dari bentuk sederhana ke bentuk yang semkin kompleks, serta Kecenderungan mengaktualisasi diri yaitu kecenderunga manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan menuju pelengkapan atau pemenuhan potensi. Rogers mengambil banyak contoh dari alam, seperti organisme yang begitu kompleks berkembang dari satu sel tunggal,dll.

2. Pengaruh tokoh-tokoh seperti Otto Rank, Alfred Adler, serta John Dewey sangatlah besar dalam proses terciptanya teori person centered Rogers. Rogers terpengaruh sangat kuat oleh Otto Rank yang menimbulkan keyakinan dalam dirinya bahwa terapi merupakan konsep tentang hubungan yang menghasilkan pertumbuhan emosional. Kemudian pengaruh besar dari Alfred Adler pada dirinya mengenai pengelaborasian sejarah kasus tidak begitu dibutuhkan lagi bagi psikoterapi, membuat dia semakin mantap akan keyakinannya dimana dia lebih suka untuk membantu oranglain keluar dari masalah dan dapat berdiri serta mengembangkan pribadi yang sehat ketimbang menemukan alasan kenapa mereka bersikap demikian. Ini merupakan keyakinan – keyakinan dasar yang berujung pada terbentuknya teori person centered dan terapi clien centered.

3. Dalam biografinya disebutkan bahwa Rogers pada masa kecil sampai dewasanya merupakan seorang pribadi yang pemalu dan kurang mampu bersosialisasi. Sebagai anak laki-laki yang sensitif, dia mudah sekali merasa tersakiti oleh ejekan – ejekan yang diterimanya. Dari pengalaman-pengalaman ini Rogers paham betul tentang ketika seorang anak menyadari bahwa oranglain menghargai diri mereka dengan baik, mereka pun mulai menilai positif penghargaan itu danm menilai buruk penghinaan. Ini yang kemudian oleh Rogers disebut dengan positive regard atau anggapan positive, yaitu kebutuhan untuk dicintai, dihargai, dan diterima. Pribadi Rogers yang sensitive dan pemalu serta kurang mampu bersosialisasi cukup relevan jika dihubungkan dengan asumsi-asumsinya terutama tentang konsep diri, menjadi seorang pribadi, dan pribadi hari esok.

4. Cinta dan penerimaan seorang Helen Elliot pada Rogers yang berlatar belakang sebagai pemuda yang pemalu, sempat disebut “schizoid”, dan inkompetensi sosial yang kurang, menumbuhkan suatu insight dalam diri Rogers tentang apa yang kemudian di sebut dengan Unconditional Positive Regards atau anggapan positif tanpa syarat.


Sumber :

Feist, Jest & Gregory, J. Feist. 2006. Theories of Personality. McGraw Hill : New York

Hall, S. Calvin & Gardner Lindzey. 1978. Theories of Personality (Third Edition). John Wiley & Sons : USA

Alwisol. 2006. Psikologi Kepribadian Edisi Revisi. UMM Press : Malang

Minggu, 30 Januari 2011

SEDIKIT KIAT UNTUK TEMBUS SNMPTN

SNMPTN 2011? Saya SIAP!


SNMPTN, satu hal yang mungkin sudah tidak asing, keluar-masuk di telinga rekan-rekan SMA se-Indonesia yang sedang mempersiapkan diri untuk melamar ke perguruan tinggi negeri favoritnya. Umm, sekedar mengulang, SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) merupakan salah satu bentuk upaya Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional untuk menjaring para siswa SLTA yang memiliki kemampuan dan prestasi akademik yang tinggi untuk melanjutnya pendidikannya di Perguruan Tinggi. Para peserta yang nantinya lolos diharapkan memiliki mutu dan kualitas serta daya saing yang tinggi sebagai modal awal nan penting untuk memasuki dunia perkuliahan.

Nah, upaya untuk menjaring kualitas-kualitas unggul tersebut alhasil membuat bobot dan derajat kesulitan soalpun meningkat tiap tahunnya. Dan agaknya, hal ini juga cenderung membuat rekan-rekan siswa cemas, takut tidak diterima, cemas dengan tes yang akan diberikan, dan sebagainya. Maka pertanyaan-pertanyaan seperti, “bisa engga ya?”, akan sering bermunculan dalam benak rekan-rekan SMA sekalian. Namun tidak perlu khawatir, kecemasan, ,rasa gelisah merupakan reaksi psikologis yg sangat wajar yang sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai power rekan-rekan sekalian.

Yang terpenting sekarang adalah bagaimana rekan-rekan sekalian menjawab semua pertanyaan atas rasa takut dan kecemasan itu. Sehingga SNMPTN bukanlah hal yg menakutkan, dan kalian SIAP! Untuk menghadapinya,SIAP! meraih kesuksesan serta mimpi kalian!. Berikut adalah beberapa tips jitu serta kiat untuk kalian SIAP! Menghadapi SNMPTN 2011 nanti.


Niatkan dalam hati!


Ucapkanlah dan fokuskan keinginan kalian dalam hati dan pikiran, “aku ingin lolos SNMPTN”,ulangi pernyataan tersebut, semakin sering semakin bagus, karena ini akan memberikan energi dan semangat positif untuk usaha kalian.


Cari tahu materinya, dan kumpulkan!


Sedini mungkin cari tahu materi apa yang akan diujikan dalam SNMPTN, selain bisa kalian dapatkan lewat soal-soal tahun sebelumnya, manfaatkanlah internet untuk mencari tahu siapa tahu ada materi update yang belum pernah diujikan pada soal tahun sebelumnya. Kemudian kumpulkan buku serta referensi untuk menunjang proses belajar, bisa kalian beli ataupun pinjam lewat kakak kelas kalian.


Lihatlah ke belakang!


Soal-soal SNMPTN sebagaian besar mengacu pada soal-soal yang pernah di ujikan pada tahun sebelumnya sebagai bentuk standar awal, sehingga tidak jarang beberapa jenis soal akan banyak bermunculan. Jangan takut untuk membeli buku kumpulan soal-soal SNMPTN/SPM/UMPTN yang dijual secara eceran di toko/pasar,harganya murah dan bentuknya pun beragam.


Manajemen waktu!


Atur waktu kalian sedini mungkin, tambah porsi waktu belajar kalian. Ingat, masa depan ada di tangan kalian sendiri. Lakukanlah berbagai macam perubahan positif dalam diri dan kehidupan kalian. Waktu adalah kesempatan, semakin banyak kalian memanfaatkan waktu, semakin besar kesempatan kalian untuk mencapai tujuan akbar kalian. Kurangi porsi waktu yang kurang menunjang usaha kalian untuk mencapai tujuan kalian.


Latihan, latihan dan latihan!


practice makes perfect”, semakin sering kalian berlatih, insting dan kemampuan analisa kalian akan semakin tajam. Otak yang sering dirangsang/distimulus terbukti secara ilmiah mampu menganalisa dengan ketelitian sempurna terhadap suatu persoalan. Bahkan otak yg sering dilatih mampu memprediksi jenis-jenis soal yang nantinya akan keluar. Latihan juga meningkatkan kepercayaan diri kalian dalam menjawab soal


Berilah Reward!


Berikanlah “hadiah” untuk setiap kemajuan yang telah kalian lakukan, entah karena kalian sudah selesai mempelajari materi A, atau B, atau kalian telah belajar dalam waktu tertentu, berilah diri kalian “hadiah”, semisal nonton TV 15 menit, atau jalan-jalan sebentar sembari menyegarkan kembali pikiran kembali. Setelah itu lanjutkan lagi. Ini akan menjaga otak tetap fit dan sebagai bentuk motivasi diri untuk terus bergerak maju.


Jangan dipaksakan!


Ada saat-saat dimana kita merasa tidak dapat menyerap beberapa isi materi, yang terkadang terasa sangat menyebalkan karena sudah susah payah-payah membaca namun tetap tidak masuk.

Dalam situasi seperti ini, jangan dipaksakan!, karena hanya akan buang-buang waktu karena kita terus berkutat di materi sama dalam waktu lama. Tipsnya adalah keluarlah dari “zona jenuh”, pergi keluar kamar/rumah, hirup udara segar, dengarkan musik atau nonton tv dapat membuat otak yg “mampet” kembali rileks dan bisa menerima informasi seperti sedia kala.


Visualisasikan!


Visualisasikan dan imajinasikan dengan penuh niatan, perasaan dan keyakinan di pikiran kalian, dimana kalian dengan mudahnya menjawab soal-soal yang diberikan, dengan bangganya kalian saat kalian mengetahui bahwa nama kalian ada dalam daftar calon mahasiswa baru di universitas yang kalian idamkan, dan bayangkan dimana kalian sedang mengikuti perkuliahan di universitas tersebut. Kekuatan pikiran dan visualisasi merupakan salah satu rahasia yang tidak banyak diketahui orang. Terapkan dan jadilah pemenang.


Menjaga pikiran positif!


Kita menarik apapun yang kita pikirkan, jika kita memikirkan sukses, maka kita akan menarik kesuksesan, sebaliknya jika kita terlalu focus pada ketakutan dan kecemasan akan kegagalan, maka kegagalanlah yang akan kita tarik. Jadi mulai sekarang, buang jauh-jauh pikiran negatif, karena itu sangat tidak berguna, sadarilah bahwa diri kalian mampu, kalian memiliki potensi yang mengagumkan, dan kalian pantas untuk itu.


Banyak sedekah dan Doa!


Meski terdengar sepele, ini merupakan satu hal yang amat sangat penting. Berdoa membuat kita merasa dilindungi, aman, tenang, merasa memiliki banyak harapan dan keyakinan dalam menghadapi apapun. Sedekah jua tidak kalah penting, karena dengan bersedakah, niscaya apapun yang kita hadapi pasti dilancarkan oleh tuhan, dengan catatan mesti tulus dan ikhlas.


Minta saran dan doa dari

orangtua!


Doa dan cinta orangtua memang tiada duanya. Mintalah saran, dukungan moral dan doa pada orangtua. Dan gunakan mereka sebagai sumber inspirasi dan motivasi serta semangat juang kalian. Niatkan bahwa kalian ingin buat mereka bangga dan bahagia atas keberhasilan kalian.


Ikhlas!


Yang terpenting dalam menjalankan suatu apapun adalah keikhlasan. Keikhlasan berarti keselarasan antara keinginan dan hati serta perasaan anda. Semakin ikhlas akan semakin baik, karena akan menghilangkan tekanan dan bias-bias negatif yang akan mengganggu langkah kalian. Kata-kata ikhlas itu kira-kira seperti ini, “saya ikhlas atas apapun yang saya jalani saat ini, apapun hasilnya nanti saya pasrahkan pada yang kuasa, dan yang menjadi tugas saya saat ini adalah berdoa dan berusaha dengan segala daya upaya saya”.

Segala bentuk tips dan motivasi tidak akan berguna tanpa penerapan dan usaha maksimal dalam diri kalian. Sekarang tergantung dari seberapa besar niat kalian untuk mengubah hidup kalian, menikmati kesuksesan kalian, atau bahkan membahagiakan kedua orangtua kalian. Mari berubah, niatkan dalam hati dan lakukan. Serta katakan SIAP! Untuk SNMPTN yang sedang menanti kalian.

Salam Luar Biasa.

Made Adi Suadnyana, S. Psi, M. Psi.

Singaraja, 23 Januari 2011.


Selasa, 12 Januari 2010

Download gratis!! SUKSES UM UGM 2010, PERBESAR PELUANG ANDA DI SINI....!!

Berbicara masalah UM UGM, sanggupkah anda untuk bersaing dengan puluhribuan peserta yang akan mengikuti UM UGM??, dengan bermacam karakteristik, IQ sempurna, kepintaran matematis, dan teknik ujian yang super baik.

Pertarungan kepintaran ini sebenarnya bukanlah sebuah pertarungan biasa yang mengandalkan kecerdasan otak atau intelektual. Namun banyak hal lain yang telah diperhitungkan oleh panitia ujian untuk memilah, memilih, menyaring ribuan peserta tersebut. Termasuk anda salah satunya.

Nah, berangkat dari hal itulah. Dengan kemampuan yang ada dan saya mencoba untuk membantu anda-anda semua, bagaimana cara meperbesar peluang lulus UM UGM.

Dengan langkah sederhana PERBESAR PELUANG ANDA UNTUK MENJADI MAHASISWA UGM 2010-2011..! dengan mengikuti petunjuk singkat di bawah ini :

Cukup klik link dibawah ini :


Klik disini untuk Download Panduan Sukses UM-UGM 2010


Jumat, 17 Oktober 2008

10 JENIS HUKUMAN MATI DI DUNIA....

1. Lethal Injection
Eksekusi dilakukan oleh satu atau lebih algojo, Obat dapat disuntikkan dengan mesin, namun karena takut ada kesalahan teknis, sebagian besar Amerika Serikat memilih melakukannya secara manual, memilih menyuntikkan obat ke Intra vena. Obat-obatan yang kemudian tercatat dalam urutan sebagai berikut:

Sodium thiopental: This drug, also known as Pentathol is a barbiturate used as a surgical anesthetic. In surgery, a dose of up to 150mg is used; in execution, up to 5,000mg is used. This is a lethal dose. From this point on if the prisoner is still alive, he should feel nothing.

Pancuronium bromide: Also known as Pavulon, this is a muscle relaxant given in a strong enough dose to paralyse the diaphragm and lungs. This drug takes effect in 1-3 minutes. A normal medical dose is 40 - 100mcg per kilogram; the dose delivered in an execution is up to 100mg.

Potassium chloride: This is a toxic agent which induces cardiac arrest. Not all states use this as the first two drugs are sufficient to bring about death.
gambar dibawah adalah ruang lethal injection di Huntsville texas.

2. The Electric Chair
Dalam pelaksanaan eksekusi dengan kursi listrik, Elektroda ditempatkan pada kepala dan kaki untuk membuat sirkuit tertutup. Tergantung pada fisik tahanan, dua arus dari berbagai tingkat dan durasi diterapkan. Hal ini umumnya 2000 volt selama 15 detik dan akan menyebabkan tahanan tidak sedarkan diri dan untuk menghentikan jantung. Kedua biasanya diturunkan hingga 8 AMPS. pada keadaan ini biasanya akan menyebabkan kerusakan parah pada organ dalam tubuh dan dapat panas hingga 138 ° F (59 ° C).
Paska-eksekusi kulit dapat melebur ke elektroda dan orang sering kehilangan kontrol atas fungsi badan. Kulit juga akan terbakar. Terakhir penggunaan kursi listrik adalah pada 12 September 2007 di Tennessee. Anda dapat melihat gambar mengerikan dari seseorang setelah dieksekusi oleh kursi listrik.
gambar dibawah adalah Electric Chair at Sing Sing

3. Gas Chamber
Kamar gas,digunakan untuk hukuman mati sejak dulu. pernah dipakai di kamp penjara Jerman selama Perang Dunia II di mana ia digunakan untuk membasmi jutaan orang di salah satu kasus Genosida terburuk di abad 20.Amerika Serikat yang masih menggunakan kamar gas memperbolehkan tahanan untuk memilih metode kematian . Terakhir eksekusi dengan gas digunakan di AS pada tahun 1999 kepada Walter Jerman LaGrand yang dilaksanakan di Arizona. Ada laporan bahwa Korea Utara adalah pengguna kamar gas sebagai metode eksekusi untuk menguji di tahanan.
gambar dibawah adalah Gas chamber at Mississippi State Penitentiary

4. Single Person Shooting
Single person shooting adalah metode eksekusi yang paling banyak digunakan di dunia, digunakan di lebih dari 70 negara,termasuk indonesia tentunya. Sementara sebagian besar negara-negara tersebut menggunakan regu penembak, tetapi ada juga yang masih menggunakan satu orang penembak. Di Soviet Rusia, satu peluru ke bagian belakang kepala adalah metode eksekusi yang paling sering digunakan untuk militer dan non-militer. Di masa lalu, kerajaan China akan meminta keluarga untuk membayar pelaksanaan eksekusi sebagai ganti harga peluru,kejam sekali yah,udah membunuh keluarga masih disuruh bayar pula.di Taiwan, pertama tahanan disuntik dulu supaya pingsan,baru kemudian ditembak dengan pistol pada ulu hatinya.
gambar dibawah adalah Eksekusi vietkong

5. Firing Squad
Firing Squad dianggap oleh banyak orang merupakan metode eksekusi yang paling mulia, dan untuk alasan bahwa ia tidak secara khusus digunakan pada penjahat perang. Berikut adalah keterangan dari saksi mata pelaksanaan eksekusi William Johnson, seorang Staf Angkatan Darat Tentara Potomac dalam 1861.
"All being ready the Marshal waved his handkerchief as the signal, and the firing party discharged the volley. Johnson did not move, remaining in a sitting posture for several seconds after the rifles were discharged. Then he quivered a little, and fell over beside his coffin. He was still alive, however, and the four reserves were called to complete the work. It was found that two of the firing party, Germans, had not discharged their pieces, and they were immediately put in irons. Johnson was shot several times in the heart by the first volley. Each of the four shots fired by the reserves took effect in his head, and he died instantly. One penetrated his chin, another his left cheek, while two entered the brain just above the left eyebrow. He died at precisely a quarter to four o’clock".
Di Amerika Serikat dikatakan bahwa hanya dua negara bagian yang mengizinkan pelaksanaan eksekusi metode ini,yaitu Idaho, dan Oklahoma.
gambar dibawah adalah eksekusi Antonio Echazarreta tahun 1913 in Mexio

6. Hanging
Hanging atau digantung, dilakukan dengan berbagai cara:1.tahanan dibuat berdiri pada sebuah objek yang kemudian obyek tersebut dibuang. Ini merupakan metode gantung digunakan oleh Nazi dan yang paling umum digunakan sebelum 1850. Kematian adalah lambat dan menyakitkan.2. Penangguhan gantung (sangat populer di Iran) adalah ketika penggantungan itu sendiri adalah digeser.3.Tahanan berdiri di lapangan,dengan menjerat leher mereka dan kemudian diangkat. melibatkan tying yang menjerat tahanan sekitar leher dan kemudian menurunkan mereka pada jarak dekat (biasanya 4-6 kaki) untuk memutuskan leher. Ini adalah metode yang digunakan untuk menjalankan penjahat perang Nazi.4.Terakhir adalah metode long drop,Ini adalah metode yang digunakan oleh Albert Pierrepoint.
terakhir digunakan hukuman gantung dari Saddam Hussein’s half brother, Barzan Ibrahim al-Tikriti, di Irak pada tahun 2007.
gambar dibawah adalah laki laki 17 dan 18 thn pasangan homoseksual yang di gantung

7. Beheading
beheading atau pemenggalan kepala,Di beberapa negara yang mematuhi hukum Syari'ah Islam, beheading merupakan metode eksekusi yang umum digunakan. Meskipun banyak negara mengijinkan beheading oleh hukum, Arab Saudi adalah negara yang paling sering menggunakannya.biasanya dilakukan pada Jumat malam di publik di luar masjid utamanya di kota setelah salat. Hukuman dapat diberikan untuk pemerkosaan, pembunuhan, narkoba terkait kejahatan, dan murtad (penolakan dari agama).
Pejabat Arab Saudi menyatakan bahwa mereka tidak dalam pelanggaran hukum internasional karena hukuman tidak dilakukan sampai anak telah mencapai usia 18 tahun. Hal ini terjadi dengan Dhahian Rakan al-Sibai'i yang dihukum saat berusia 15 tahun,tetapi hukuman dilakukan saat dia sudah berusia 18 tahun.
gambar dibawah adalah eksekusi Dhahian Rakan al-Sibai’i,July 2007

8. Guillotine
Ini adalah salah satu dari dua metode eksekusi pada daftar ini yang tidak lagi digunakan di mana saja di dunia. Perangkat itu sendiri adalah bingkai kayu besar dengan ruang di bagian bawah untuk leher dari tahanan. Pada bagian atas mesin yang besar sudut blade. Setelah tahanan siap, blade dijatuhkan, severing kepala menimbulkan kematian segera. Banyak spekulasi mengatakan apakah tahanan langsung mati atau tidak, dan seseorang pergi untuk melihat apakah tahanan masih berkedip setelah kepalanya putus. Terakhir guillotining digunakan publik di Prancis (foto dibawah).
gambar dibawah adalah eksekusi guillotine terakhir diprancis 1939

9. Stoning
Stoning adalah metode eksekusi tahanan dengan cara Dilempari batu sampai mati.Di Iran, pelemparan adalah sanksi untuk perzinahan dan kejahatan lainnya. Pasal 104 dari Hukum Hodoud menyediakan batu yang seharusnya tidak begitu besar, dan tidak begitu kecil (pada gambar dibawah) seperti kerikil, tetapi harus menyebabkan cedera parah.Undang-undang hukumnya dibawah ini:
“The penalty for adultery under Article 83 of the penal code, called the Law of Hodoud is flogging (100 lashes of the whip) for unmarried male and female offenders. Married offenders may be punished by stoning regardless of their gender, but the method laid down for a man involves his burial up to his waist, and for a woman up to her neck (article 102). The law provides that if a person who is to be stoned manages to escape, he or she will be allowed to go free. Since it is easier for a man to escape, this discrimination literally becomes a matter of life and death.”
Hukuman mati dengan batu telah terjadi di Afghanistan, Nigeria, Iran, Malaysia, Sudan, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dalam beberapa tahun terakhir, sesuai dengan Masyarakat Internasional Hak Asasi Manusia. Video terbaru stonings dari Iran Anda dapat menonton nya disini. stoning terakhir di Iran adalah pada tahun 2007 ketika Jaffar Kiani dihukum mati karena perzinahan.
Gambar dibawah adalah pelaksanaan stoning di iran

10. Garrote
Garrote adalah metode eksekusi pada daftar ini yang tidak disetujui oleh hukum di negara manapun walaupun praktek penggunaannya masih dilakukan di Perancis. Garrote yang merupakan perangkat yang strangles (seperti dalam foto di bawah). Perangkat ini digunakan di Spanyol sampai tahun 1978 dengan abolition dari hukuman mati. Hal ini biasanya terdiri dari satu kursi pesakitan yang telah tertahan sementara algojo tightened metal band nya sekitar leher sampai dia meninggal. Terakhir dilakukan garrote pada José Luis Cerveto pada Oktober 1977. Andorra adalah negara terakhir di dunia untuk perlindungan hukum penggunaannya pada tahun 1990.
dibawah adalah gambar eksekusi garrote dimanaila tahun 1901.

Kutipan

AMROZI CS YAKIN TIDAK AKAN DIEKSEKUSI....

Terpidana mati Amrozi, Ali Gufron, dan Imam Samudra salat Idulfitri di Lempaga Pemasyarakatan Kelas Satu Batu, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (1/10). Ini mungkin menjadi Lebaran terakhir bagi ketiga terpidana mati kasus Bom Bali I sebelum menjalani eksekusi mati.

Ketiganya terlihat santai. Mereka mengaku tak menyesali perbuatannya. Amrozi cs menanti saat-saat menjelang eksekusi. Mengomentari eksekusi yang akan dilakukan, ketiganya yakin eksekusi tak akan dilaksanakan. Mereka juga megaku tidak pernah memikirkan pelaksanaan ekskusi.

Sumber:liputan6.com

KEEP DREAMING, tetaplah bermimpi hingga saatnya nanti engkau di eksekusi. Menurut saya dosa kalian udah ga terampuni, bahkan kalaupun kalian bisa puasa satu tahun ga mungkin bisa "dimulai dari nol lagi ya?" hahaha. Aku sebagai orang bali benar2 dendam sama kalian. Udahlah mati aja. Udah terlalu banyak dosa yang kalian buat!!ga usah mengatasnamakan agama kalian, toh juga bakal buat citra buruk agama Islam itu sendiri. Aku selalu sabar menunggu saat dirimu dieksekusi. Untuk para arwah yang menjadi korban, bersabarlah keadilan akan segera ditegakkan, dan siapkan diri kalian untuk menanti kedatngan mereka!

AMROZI CS YAKIN TIDAK AKAN DIEKSEKUSI....

Terpidana mati Amrozi, Ali Gufron, dan Imam Samudra salat Idulfitri di Lempaga Pemasyarakatan Kelas Satu Batu, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (1/10). Ini mungkin menjadi Lebaran terakhir bagi ketiga terpidana mati kasus Bom Bali I sebelum menjalani eksekusi mati.

Ketiganya terlihat santai. Mereka mengaku tak menyesali perbuatannya. Amrozi cs menanti saat-saat menjelang eksekusi. Mengomentari eksekusi yang akan dilakukan, ketiganya yakin eksekusi tak akan dilaksanakan. Mereka juga megaku tidak pernah memikirkan pelaksanaan ekskusi.

Sumber:liputan6.com