Minggu, 29 Juni 2014

Jurnal Parapsikologi edisi khusus Bulan Puasa (Will Never be Scientific) | Yogyakarta, 29 Juni 2014

 Jurnal Parapsikologi edisi khusus Bulan Puasa (Will Never be Scientific) | Yogyakarta, 29 Juni 2014
 
***

"BELAJAR KASIH SAYANG DARI MAHLUK ASTRAL"

Om Swastiastu, Om Awighnam Astu, Om Hrang Hring Sah Parama Siwa Raditya Ya Namah Swaha.
Atas nama Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Hari ini Sabtu, 29 Juni2014, saya mendapatkan sebuah insight dan pemahaman yang cukup mendamaikan hati tentang apa yang saya jumpai dan pertanyakan sekaligus renungkan beberapa bulan ini. Ini adalah seputar kekeliruan yang perlu diluruskan. Ini seputar prasangka dan label keliru terhadap sesama mahluk Tuhan. Dengan segala kerendahan dan kedamaian hati, saya ingin menyampaikan ini kepada rekan-rekan, semoga setiap mahluk Tuhan senantiasa dibukakan hatinya dalam setiap tindakan, perkataan dan pikiran.

Beberapa bulan ini, saya sering ‘disapa’ dan ‘dihampiri’ oleh sosok-sosok perempuan berbaju putih, berambut panjang, dengan rupa yang khas. Saya menjumpai mereka di beberapa pohon besar, dan lokasi-lokasi sempit yang umumnya kurang mendapat cahaya. Masyarakat Indonesia umumnya menyebut mereka dengan sebutan (yang sebenarnya keliru!) “KU****ANAK”. Saya kemudian bisa memaklumi mengapa sebutan ini dilabelkan kepada mereka karena mereka (dengan segala kerendahan hati) menyukai bayi (eitsss, jangan salah sangka, jangan takut, jangan kawatir, tetap rileks!). Mereka menyukai bayi karena merindukan sosok putra/putri. Mereka meninggal sebelum mereka diberi kesempatan untuk memiliki anak, atau meninggal bersama anak mereka. Akan tetapi, kebiasaan beliau (yang juga tidak semua demikian) menyukai bayi (bukan mencuri atau mengutil bayi!) agaknya memunculkan stigma negatif sebagai penguntil atau pencuri anak. Ini sangatlah membuat mereka bersedih. Mereka sakit hati dengan sebutan itu. Itu bukanlah sebutan yang tepat untuk mereka.

Mereka bukanlah penguntil atau pencuri anak, mereka hanya pecinta anak-anak. Jika ada bayi yang suka bercanda sendiri, atau tertawa sendiri ketika ia sendirian, seperti itulah mereka bercanda dengan (mungkin) salah satu dari mereka. Tapi tenanglah, wajah yang ditampilkan tidak lah demikian menyeramkan, justru cantik dan keibuan sehingga beberapa bayi tidak merasa ketakutan. So, keep calm and stay open your mind.

Saya kemudian bertanya-tanya, apa sebutan yang tepat untuk mereka. Sempat iseng-iseng saya coba berkomunikasi dengan salah satu dari mereka, dan beliau mengatakan namanya(mohon maaf dan dengan segala kerendahan hati, saya tidak mengetahui, Tuhan yang Maha mengetahui) yaitu “Desi”. Dan ketika saya bertanya-tanya siapa nama sebutan umum beliau, beberapa mengatakan panggil saja “Bibi” kalau kebetulan berjumpa dengan mereka (jangan pernah panggil tante!). Itulah sebutan yang mendamaikan hati mereka.

***
Setiap orang yang membaca ini saya yakin tidak akan langsung mempercayai tulisan ini. Namun demikian, bagi hati saya pribadi tidak ada paksaan untuk percaya dan tidak ada juga paksaan untuk tidak percaya (hehe J). Anggap saja ini tulisan fiksi saya yang masih jauh dari kata sempurna. Dan sampai pada KALIMAT INI, anda bebas memutuskan untuk lanjut atau berhenti membaca. Apapun yang rekan2 lakukan, pintu hati saya akan selalu terbuka (mengutip kata-kata favorit Ajahn Brahm). Hehe..

***

Oke lanjutkan, kemunculan mereka umumnya diakibatkan oleh kematian yang belum sempurna atau (kalau di Bali) belum disucikan sebelum dikubur atau dibakar. Mereka dulunya manusia juga sama seperti kita. Hal ini sudah saya buktikan sendiri. Salah satu dari mereka yang ada di pekarangan rumah saya bernama “Bibi Dimbi” dulunya adalah manusia. Pada awal perjumpaan wajah beliau memang seram, persis seperti yang digambarkan di film-film hantu Indonesia. Untung waktu itu saya sedang ‘bersih’ karena habis mandi di pantai, so (kebetulan) tegar-tegar saja. Namun ketika saya katakan dalam hati kepada beliau, “Hai Bibi Dimbi, aku mengasihimu, sebagaimana Tuhan mengasihimu, maafkan saya, keluarga, sanak saudara, atau masyarakat saya jika pernah menyakiti hatimu, saya menyesal dengan hal itu. Terimakasih sudah mengajarkan saya sesuatu, semoga ini membersihkan kita dari kenangan masa lalu, dan diganti dengan segala cinta kasih Tuhan”.

Singkat cerita, apa yang terjadi, lambat laun wajahnya semakin rupawati. Beliau kemudian jongkok dan menangis. Beliau menangis, sayapun ikut menangis penuh haru (huhuhu...T.T). Saya bisa merasakan apa yang beliau rasakan dan pikirkan. Selama ini beliau bersedih, dan tidak pernah merasakan sebuah “KASIH SAYANG” dari manusia. Baru pertama kali beliau merasa dikasihi (bukan dikasihani). Beliau selama ini merasa dibenci, dimusuhi, dicurigai, diprasangka, ditakuti dan diusir sehingga harus berpindah dari satu tempat ketempat lainnya. Saya bisa merasakan penderitaan beliau. Dari sana saya tersadar dan belajar bahwa betapa banyak sekali kekeliruan manusia dalam memandang mahluk tidak tampak seperti para Bibi (syediih T.T).

Sejak saat itu, saya mengerti apa artinya kasih sayang bagi mahluk astral seperti mereka. Mereka bisa merasakan benci, bisa merasa bahagia, bisa merasa takut, dan lain-lain.Sama halnya dengan aspek-aspek Psikologis manusia. Mereka berprilaku, merasa,berpikir, sebagaimana manusia. Hanya saja dunia mereka berbeda, tapi ingatlah mereka dulu adalah manusia. Mereka bahagia ketika manusia hidup harmonis dengan sesama manusia. Di rumah yang keluarganya rukun dan damai, mereka bisa merasakan kasih sayang antar manusia. Energi itu terpancar ke hati mereka. Bahkan saking damainya, mereka juga akan mendoakan keluarga tersebut agar senantiasa hidup damai penuh kasih sayang, sehingga mahluk-mahluk tidak tampak lainnya juga merasa bahagia.

Dari pengalaman itu saya juga belajar, bahwa mereka tidak butuh sesaji. Mereka tidak butuh itu,mereka hanya ingin hidup harmonis bersama manusia. Dunia manusia dan mereka hanya dipisahkan oleh energi tipis yang hanya bisa ditembus segelintir orang. Mereka bahagia ketika didoakan dan dikasihi sebagai sesama mahluk ciptaanTuhan. Intinya sama dengan apa yang kita lakukan kepada manusia lainnya. Namun sayangnya, beberapa manusia yang dikuasai ego jadi membenci mereka, mengusir mereka, menghakimi mereka dengan dalih “Manusia lebih tinggi derajatnya”. Ini ucapan yang beberapa kali saya dengar dari salah satu acara misteri di televisi yang berusaha menaklukkan mereka dengan ilmu kebathinan mereka. Melihat itu saya hanya membathin, “Ya Tuhan maafkanlah kami”.

Insight lain juga saya dapatkan dari mereka. Jika anda insan psikologi, anda pasti mengenal istilah ego-defence mechanism atau mekanisme pertahanan ego. Inti dari mekanisme pertahanan ego adalah upaya mahluk hidup dalam mencegah jatuhnya harga diri karena takut direndahkan/dipermalukan, dengan cara -cara seperti mengancam, menggertak, atau menakut-nakuti. Sebelumnya saya pikir hanya manusia yang punya mekanisme itu,ternyata tidak! Mahluk astral seperti bibi juga punya. Mereka menakut-nakuti manusia agar mereka tidak diganggu atau diusir. Namun demikian, mereka HANYA menakut-nakuti hati orang-orang yang kurang bersih, penuh rasa benci, kejam, kasar, dan sedikit kasih sayang (hiii atut..). So, mari sama-sama berbenah diri he he..

Oh iya, para mahluk astral sangatlah peka dengan energi bathin manusia. Mereka segan dengan mereka yang rajin ‘membersihkan diri’ sehingga energinya positif. Mereka yg energinya positif (karena ibadah, sedekah, tirakat, lakuprihatin, dzikir, atau memiliki jiwa penyayang tanpa syarat) akan sangat disegani oleh mereka. Sedikitpun mereka tidak akan ada niat untuk mengganggu, bagaimana mungkin mengganggu orang yang penuh kasih sayang dan dekat dengan Tuhan? Kira-kira demikian. Bahkan beberapa dari mereka akan melindungi anda TANPA PAMRIH (serius!).

Di setiap Agama manapun selalu ada sebutan “Tuhan yan Maha Pengasih dan Penyayang”. Dari pengalaman-pengalaman itulah saya mulai belajar memahami bahwa manusia hendaknya meneladani sifat Tuhan tersebut kepada setiap mahluk, mulai dari yang tampak sampai yg tidak kasat mata. Kita bisa hidup berdampingan dengan mahluk manapun ketika semua didasarkan pada “KASIH SAYANG”. Ketika RUMAH HATI kita, dipenuhi kasih sayang. Kasih sayang menciptakan hubungan harmonis dengan Tuhan (Parahyangan), manusia (pawongan), dan lingkungan (palemahan). Konsep ini di Bali disebut Tri Hita Karana (tiga penyebab kebahagiaan).

Di penghujung tulisan ini, dengan segala permohonan maaf kepada semesta atas segala kesalahan saya sejak awal penciptaan hingga hari ini, dan dengan segala kerendahan hati, tulisan ini hanya media yang ingin menawarkan sebuah ‘kacamata’ baru untuk melihat dunia dari sisi lain. Tulisan ini ndak sempurna, tapi saya harap cukup untuk membuat anda berguman “hmmmm..”. Saya yakin hidup akan lebih indah ketika di lihat dari banyak sisi, sehingga ada banyak juga alternatif perenungan.

Akhir kata, saya berdoa untuk setiap mahluk yang ada di alam semesta, semoga setiap bathin kita diberikan cahaya suci dari Tuhan untuk pelayanan dan pengabdian kepada Tuhanlewat setiap ciptaan-Nya. Semoga setiap manusia mulai sadar untuk saling menyayangi apapun warna kulit, agama, suku, ras, dan golongan mereka.

Saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besar untuk para “Bibi” yang sudah sempat menyapa dan berkomunikasi (khususnya Bibi Dimbi yang sekarang sudah mencapai kesempurnaan dan bisa berjumpa dengan Gusti Ingkang Moho Wikan). Terimakasih atas pelajarannya yg telah membukakan hati saya dan keluarga. Semoga setiap mahluk di dunia dalam keadaan sehat dan bahagia.

Om Shriyam bhawantu, sukham bhawantu, phurnam bhawantu, Om Ksama Sampurna Ya Namah Swaha. Salam damai rahayu.

Selamat Menyambut Bulan Suci yang penuh berkah dan ampunan untuk saudara/i umat Islam yang saya kasihi.

NB: terimakasih yang sudah sempat membaca, “kalian luar biasaaa....:* ”(Ariel Noah)

Rabu, 19 September 2012

Sigmund Freud: Tafsir Mimpi (The Interpretation of Dream)

     Cerita tentang pemikiran psikoanalitik dan pemahaman uniknya mengenai dinamika kepribadian manusia adalah cerita panjang tentang seorang pemikir brilian, Dr. Sigmund Freud yang membuka babak baru disepanjang usianya mulai dari tahun 1856 sampai 1939 (Sundberg, Winebarger, & Taplin, 2007). Banyak pemikiran dan gagasannya dalam teori psikologi yang begitu substansial sekaligus kontroversial (Alwisol, 2006). Ia telah menuai berbagai macam tanggapan, mulai dari pujian dan kekaguman hingga kritik dan celaan dari berbagai kalangan. Salah satu maha karya revolusioner buah pemikirannya adalah buku “The Interpretation of Dream” atau Tafsir Mimpi yang terbit pada bulan Desember dengan angka tahun terbit 1900 . Buku favorit Freud ini memuat lusinan analisa mimpi untuk mengungkap makna tersembunyi dari dunia bawah sadar dengan istilah yang ia sebut sebagai “Jalan Megah Menuju Ketidaksadaran”. Buku Interpretasi Mimpi ini menawarkan kepada pembaca untuk menyelami dan mengetahui sisi pribadi manusia yang paling dalam dan rahasia.
    Sigmund Freud adalah tokoh pencetus aliran psikodinamika dalam dunia psikologi yang begitu fenomenal. Freud percaya bahwa ada sisi gelap dalam diri manusia yang menyimpan ketakutan terlarang, dorongan, nafsu, amarah dan insting yang tersembunyi. Hasrat bawah sadar yang tidak tampak ini tidak hanya diam begitu saja dalam diri manusia, melainkan juga dapat menjadi musuh dan ancaman dari dalam.
    Pada pergantian abad di Wina, Austria, Dr. Sigmund Freud mengklaim bahwa ia menemukan pintu baru menuju alam bawah sadar, dengan cara meminta pasiennya untuk menceritakan apa yang ada di dalam pikirannya atau mimpinya semalam, sigmund freud percaya bahwa ia dapat menafsirkan makna yang terkandung dalam sebuah mimpi dengan menggunakan teknik-teknik psikologis tertentu. Dalam klaimnya tersebut Freud berpendapat bahwa tujuan dari mimpi-mimpi yang dialami manusia adalah untuk sarana memuaskan atau pemenuhan hasrat (wish fulfillment) dari dorongan insting alamiah yang tidak bisa diterima oleh masyarakat seperti agresi, kekerasan, atau dorongan seksual.
    Baginya, hukum logika yang mengatur dunia sadar tidak berlaku ketika seseorang tidur dan masuk ke dalam dunia mimpi. Di dunia mimpi, manusia bebas berkelana dan berpetualang di dunia fantasi tanpa peduli akan norma atau larangan dari masyarakat sebagaimana ketika manusia dalam keadaan sadar. Pembebasan fantasi ini merupakan jalan menuju pusat alam bawah sadar, dimana mimpi menjadi kunci menuju pintu hasrat terdalam diri.
    Di dalam buku “The Interpretation of Dream” Freud juga menjanjikan pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika kepribadian manusia. Terminologi dan gagasannya menyerap dalam kehidupan kontemporer umat manusia. Freud mengajari umat manusia untuk menyadari setiap tindakan dan perasaan yang terkadang kita anggap tidak bermakna seperti selip lidah (slip of tongue) dan tentu saja mimpi. Freud berusaha untuk menciptakan metode tafsir mimpi untuk mengungkap makna sebenarnya dari tindakan manusia yang tampak tak bermakna dan tidak disadari sepenuhnya.
    Pada akhir abad ke-19, kesadaran mulai dilihat sebagai proses yang lebih rasional. Dan di balik setiap fungsi psikologis ada sumber fisik dan biologis untuk setiap fenomena mental manusia. Namun demikian, sebelum penemuan-penemuan tersebut muncul, Freud sendiri memandang otak manusia secara lebih mekanis, seperti mesin uap yang ditemukan oleh James Watt (1765). Dia melihat otak sebagai jaringan saraf kompleks dimana neuron mengeluarkan aliran listrik sehingga membutuhkan pengisian kembali (recharge). Freud berimajinasi bahwa mimpi muncul pada proses pengisian kembali ini.
    Freud hidup di dalam sejarah eropa yang dimana liberarisme begitu sukses dan ditandai dengan munculnya revolusi industri. Kemenangan itu adalah kemenangan nyata dari ilmu sains dan gagasan-gagasan baru. Namun begitu, masih ada sesuatu yang kurang lengkap pada masa itu, masih ada yang salah, dimana agresi, kekerasan dan kebencian masih menjadi isu utama kala itu.
    Maha karya freud tentang mimpi dimulai pada tahun 1887 ketika dia mengamati sejumlah wanita muda yang menderita gejala histeria. Sebuah gejala kompleks yang membingungkan mulai dari rasa sakit/nyeri, kedutan, hingga lumpuh total (paralyzed). Dia semakin yakin bahwa gejala tersebut muncul akibat pembelaan dan pengingkaran yang rumit terhadap rasa sakit dari syok fisik akibat trauma masa lalu yang terlupakan. Ketika itu Freud gagal merawat pasien histeria dengan menggunakan teknik hipnosis. Namun demikian, ketika pasiennya mulai menceritakan tentang mimpi-mimpinya, Freud semakin tertarik dan penasaran. Ia semakin yakin bahwa ada peran yang dimainkan oleh mimpi dalam mengungkap trauma tersembunyi. Saat Freud menafsirkan mimpi, dia bertanya pada pasien mengenai apa yang bisa diingatnya. Mimpi yang diingat tersebut oleh Freud disebut dengan “isi jelas dari mimpi” atau “The manifest content of dream”. Selanjutnya, dia minta pasiennya untuk menghubungkan elemen-elemen mimpinya dan itu berarti pasiennya harus menceritakan setiap hal yang terlintas di benaknya yang terkait dengan mimpi secara keseluruhan maupun rinciannya.
    Penafsiran freud tentang makna mimpi didasarkan pada pemahamannya yang luas mengenai sifat manusia. Freud beranggapan bahwa manusia merupakan hewan egois yang memiliki dorongan agresif dan hasrat mencari kenikmatan. Kemudian, manusia belajar untuk menekan dorongan hewani itu ketika dewasa untuk dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat. Tapi kita (manusia) tidak pernah benar-benar dapat menaklukkan insting primitif itu. Menurutnya, struktur kepribadian manusia terdiri dari tiga bagian: (1) diri hewani yang mengandung inti jiwa yang disebut dengan “id”; (2) “ego” sebagai diri rasional; dan (3) “superego” sebagai representasi tekanan dari masyarakat mengenai apa yang benar (ego ideal) dan salah (conscience). Diri “id” sudah terbentuk sejak manusia itu lahir, sedangkan “ego” dan “superego” terbentuk setelahnya dari kebutuhan untuk bertahan hidup dan beradaptasi dengan lingkungan sosialnya. Seringkali “superego” dan “id” saling berkonflik satu sama lain.
    Freud memandang jiwa sebagai medan perang yang penuh konflik dengan berbagai komponen kepribadian yang saling berjuang tanpa henti. Perasaan akan ditekan ketika “ego” atau “superego” terlalu mendominasi “id”. Baginya, perasaan dan emosi yang ditekan dan tidak terekpresikan dengan baik akan menimbulkan permasalahan.
    Lebih lanjut, dalam buku “The Interpretation of Dream” Freud memberikan formula yang bisa merasionalkan mimpi yang paling membingungkan sekalipun. Teorinya tersebut mengandalkan bagian dari pikiran yang berfungsi sebagai sensor, sensor yang berfungsi untuk mengedit mimpi-mimpi kita. Jika kita memimpikan pemenuhan hasrat yang sebenarnya, freud mengatakan, “hal itu akan menimbulkan emosi, dan emosi kuat yang tercipta akan membangunkan kita.”. Oleh karena itu, sensor tersebut mengubah isi mimpi yang menyamarkan makna sebenarnya. Freud menyebut proses penyamaran makna ini sebagai transformasi hasrat atau “Dreamwork”, yang terdiri dari beberapa proses. (1) Displacement, menggeser emosi dari satu gagasan ke gagasan lainnya. (2) Condentation, meleburkan banyak gagasan menjadi sebuah simbol. Bersama (3) symbolization dan (4) projection komponen “dreamwork” bergabung untuk mengubah gagasan-gagasan mimpi yang sebenarnya menjadi gambaran mimpi yang lebih bisa diterima. Setelah sensor menyelesaikan “dreamwork”, ego mengatur komponen-komponen aneh mimpi agar mimpi memiliki makna. Proses ini yang kemudian oleh Freud disebut sebagai manifestasi mimpi.
    Proses penafsiran mimpi melibatkan penguraian isi “nyata” untuk menemukan makna sebenarnya dari mimpi yang tersembunyi atau isi “mimpi terpendam”. Tafsir mimpi dalam buku Freud sebagian besar bertemakan tentang bagaimana manusia hidup dengan sebuah kehilangan. Bagaimana merasionalkan masa lalu dengan elemen-elemen masa lalu yang telah hilang, dan bagaimana manusia menyimpannya menjadi bentuk yang bermakna untuk kehidupan yang sekarang.
    Meskipun banyak yang menentang klaim Freud terkait analisis mimpi, dimana tidak sedikit orang beranggapan bahwa ajaran Freud lebih cenderung sebagai agama ketimbang sains, tidak sedikit karya Freud yang benar secara ilmiah. Setiap orang pernah bermimpi, walaupun mungkin sebagian besar orang melupakannya. Mimpi yang paling nyata datang pada saat kita memasuki fase tidur REM (Rapid Eye Movement). Pada fase ini, mimpi bisa jadi seiintens dan seemosional pengalaman pada kehidupan nyata. Di Pusat Gangguan Tidur Bethesda di Cincinnati, Ohio, pengalaman bermimpi dan tidur hampir diperiksa setiap hari. Di sana, para partisipan di lengkapi dengan elektroda dari EEG untuk mendeteksi gelombang otak pada setiap fase tidur manusia. Terlihat dengan jelas bahwa ketika bermimpi gelombang otak manusia berubah-ubah yang digambarkan sebagai bentuk cuplikan-cuplikan mimpi yang selalu berpindah ruang dan tema. Freud berteori bahwa fungsi mimpi adalah menjaga agar kita tetap tertidur. Hal ini didukung oleh teori REM dimana semakin sering kita alami REM, semakin sering kita bermimpi. Karena REM cenderung terhadi pada paruh kedua di malam hari saat itu kita sering terbangun, dan saat itulah mimpi paling sering muncul. Fungsi sensor mimpi inilah yang oleh Freud diyakini berfungsi untuk menjaga kita tetap tidur. Berdasarkan bukti, maka adalah salah ketika orang-orang menyebut bahwa seluruh teori dan gagasan Freud tidak bisa dibuktikan dalam ranah penelitian laboratorium yang begitu ilmiah.
    Freud adalah pemikir yang berani, suka berdebat, suka membantah, dan terkesan sembrono dalam beragumen. Hasil karyanya pernah membuatnya menjadi pribadi yang paling dibenci pada awal abad 19, dan sekaligus menjadi pribadi/psikiater yang paling terkenal di dunia internasional pada tahun 1926. Hasil karya di sepanjang hidupnya telah mengundang decak kagum sekaligus kritik dan celaan nan skeptis. Namun demikian, setidaknya pemikirannya telah memaksa orang-orang untuk berdebat selama bertahun-tahun demi membuktikan bahwa teorinya (Freud) salah, dan itu sekaligus menandakan bahwa Freud adalah salah satu tokoh yang paling berpengaruh di masanya.

Senin, 08 Agustus 2011

Surat dari Tahun 2070

Aku hidup di tahun 2070.
Aku berumur 50 tahun, tetapi kelihatan seperti sudah 85 tahun.
Aku mengalami banyak masalah kesehatan, terutama masalah ginjal karena aku minum sangat sedikit air putih.
Aku fikir aku tidak akan hidup lama lagi.
Sekarang, aku adala...h orang yang paling tua di lingkunganku.

Sebelumnya, rambut yang indah adalah kebanggaan semua perempuan.
Sekarang, kami harus mencukur habis rambut untuk membersihkan kepala tanpa menggunakan air. Sebelumnya, ayahku mencuci mobilnya dengan menyemprotkan air langsung dari keran ledeng.
Sekarang, anak-anak tidak percaya bahwa dulunya air bisa digunakan untuk apa saja.

Aku masih ingat seringkali ada pesan yang mengatakan: ”JANGAN MEMBUANG BUANG AIR”
Tapi tak seorangpun memperhatikan pesan tersebut.
Orang beranggapan bahwa air tidak akan pernah habis karena persediaannya yang tidak terbatas.
Sekarang, sungai, danau, bendungan dan air bawah tanah semuanya telah tercemar atau sama sekali kering.


Pemandangan sekitar yang terlihat hanyalah gurun-gurun pasir yang tandus.
Infeksi saluran pencernaan, kulit dan penyakit saluran kencing sekarang menjadi penyebab kematian nomor satu.
Industri mengalami kelumpuhan, tingkat pengangguran mencapai angka yang sangat dramatik. Pekerja hanya dibayar dengan segelas air minum per harinya.

Banyak orang menjarah air di tempat-tempat yang sepi. 80% makanan adalah makanan sintetis.
Sebelumnya, rekomendasi umum untuk menjaga kesehatan adalah minum sedikitnya 8 gelas air putih setiap hari.
Sekarang, aku hanya bisa minum setengah gelas air setiap hari.

Sejak air menjadi barang langka, kami tidak mencuci baju, pakaian bekas pakai langsung dibuang, yang kemudian menambah banyaknya jumlah sampah.
Kami menggunakan septic tank untuk buang air, seperti pada masa lampau, karena tidak ada air.

Manusia di jaman kami kelihatan menyedihkan:
Tubuh sangat lemah; kulit pecah-pecah akibat dehidrasi; ada banyak koreng dan luka akibat banyak terpapar sinar matahari karena lapisan ozon dan atmosfir bumi semakin habis.

Karena keringnya kulit, perempuan berusia 20 tahun kelihatan seperti telah berumur 40 tahun. Para ilmuwan telah melakukan berbagai investigasi dan penelitian, tetapi tidak menemukan jalan keluar.
Manusia tidak bisa membuat air. Sedikitnya jumlah pepohonan dan tumbuhan hijau membuat ketersediaan oksigen sangat berkurang, yang membuat turunnya kemampuan intelegensi generasi mendatang.

Morphology manusia mengalami perubahan...
…yang menghasilkan anak-anak dengan berbagai masalah defisiensi, mutasi, dan malformasi.

Pemerintah bahkan membuat pajak atas udara yang kami hirup:
137 m3 per orang per hari. [31,102 galon]
Bagi siapa yang tidak bisa membayar pajak ini akan dikeluarkan dari “kawasan ventilasi” yang dilengkapi dengan peralatan paru-paru mekanik raksasa bertenaga surya yang menyuplai oksigen.
Udara yang tersedia di dalam “kawasan ventilasi” tidak berkulitas baik, tetapi setidaknya menyediakan oksigen untuk bernafas.
Umur hidup manusia rata-rata adalah 35 tahun.

Beberapa negara yang masih memiliki pulau bervegetasi mempunyai sumber air sendiri. Kawasan ini dijaga dengan ketat oleh pasukan bersenjata.
Air menjadi barang yang sangat langka dan berharga, melebihi emas atau permata.

Disini ditempatku tidak ada lagi pohon karena sangat jarang turun hujan.
Kalaupun hujan, itu adalah hujan asam.
Tidak dikenal lagi adanya musim. Perubahan iklim secara global terjadi di abad 20 akibat efek rumah kaca dan polusi.
Kami sebelumnya telah diperingatkan bahwa sangat penting untuk menjaga kelestarian alam, tetapi tidak ada yang peduli.

Pada saat anak perempuanku bertanya bagaimana keadaannya ketika aku masih muda dulu,
aku menggambarkan bagaimana indahnya hutan dan alam sekitar yang masih hijau.
Aku menceritakan bagaimana indahnya hujan, bunga, asyiknya bermain air, memancing di sungai, dan bisa minum air sebanyak yang kita mau.
Aku menceritakan bagaimana sehatnya manusia pada masa itu.
Dia bertanya: - Ayah! Mengapa tidak ada air lagi sekarang ?
Aku merasa seperti ada yang menyumbat tenggorokanku...

Aku tidak dapat menghilangkan perasaan bersalah, karena aku berasal dari generasi yang menghancurkan alam dan lingkungan.
dengan tidak mengindahkan secara serius pesan-pesan pelestarian... dan banyak orang lain juga!
Aku berasal dari generasi yang sebenarnya bisa merubah keadaan, tetapi tidak ada seorangpun yang melakukan.
Sekarang, anak dan keturunanku yang harus menerima akibatnya.

Sejujurnya, dengan situasi ini kehidupan di planet bumi tidak akan lama lagi punah,
karena kehancuran alam akibat ulah manusia sudah mencapai titik akhir.

Aku berharap untuk bisa kembali ke masa lampau dan meyakinkan umat manusia untuk mengerti apa yang akan terjadi ...
... Pada saat itu masih ada kemungkinan dan waktu bagi kita untuk melakukan upaya menyelamatkan planet bumi ini!

Kirim surat ini ke semua teman dan kenalan anda,
walaupun hanya berupa pesan, kesadaran global dan aksi nyata akan pentingnya melestarikan air dan lingkungan harus dimulai dari setiap orang.


Sumber :
http://www.facebook.com/home.php#!/groups/217467114930679/doc/?id=233245523352838

Jumat, 10 Juni 2011

Belajar Nge-Blog (lagi!)

Nge-Blog?kata-kata yang dulu sempat sangat saya sukai pada waktu saya duduk dibangku SMA kelas 2. Berawal dari tugas dari guru TI untuk membuat sebuah blog, iseng-iseng nulis, eh kecantol deh. Hmm, tapi ya seiring banyaknya bermunculan jejaring sosial macam facebook, friendster, twitter,dsb, nge-blog serasa kurang menarik lagi menurut saya, kenapa? karena simple, ga ada yang ngomen! hehe, walaupun kesannya klise sekali ya bagaimana lagi, rasanya kalo ga dibaca orang tu gmana gitu rasanya. Nah akhirnya sekitar 1 tahun ngeblog, saya vakum, kangen buka blog, dibuka benttar, ditutup lagi, dst. Terus terang, nge-Blog kalo tampilan blog ga keren, membuat saya males nulis juga. :)

Well, setelah beberapa lama gitu, aku mulai lagi buka blog saya, liat-liat entri lama, eh nemu berbagai macam komen, wah senang sekali, ternyata blog saya dibaca orang..ckckckck..mulai dari sana aku pengen rasanya "belajar nge-Blog (lagi!)" dan menekuni dunia para blogger. Karena menurut saya, anak kuliahan bisa berbagi berbagai informasi disini, banyak hal yang bisa ditulis..:)

Yang ingin kulakukan adalah, membuat tampilan blogku sekeren mungkin, dan menulis hal-hal menarik yang tentunya berupa hal-hal yang ada disekitarku.

Salam,
Made

Kamis, 10 Maret 2011

CARL ROGERS : Person-Centered Theory

Carl Ransom Rogers adalah seorang psikolog yang terkenal dengan pendekatan terapi klinis yang berpusat pada klien (client centered). Rogers kemudian menyusun teorinya dengan pengalamannya sebagai terapis selama bertahun-tahun. Teori Rogers mirip dengan pendekatan Freud, namun pada hakikatnya Rogers berbeda dengan Freud karena Rogers menganggap bahwa manusia pada dasarnya baik atau sehat. Dengan kata lain, Rogers memandang kesehatan mental sebagai proses perkembangan hidup alamiah, sementara penyakit jiwa, kejahatan, dan persoalan kemanusiaan lain dipandang sebagai penyimpangan dari kecenderungan alamiah.

Teori Rogers didasarkan pada suatu "daya hidup" yang disebut kecenderungan aktualisasi. Kecenderungan aktualisasi tersebut diartikan sebagai motivasi yang menyatu dalam setiap diri makhluk hidup dan bertujuan mengembangkan seluruh potensinya semaksimal mungkin. Jadi, makhluk hidup bukan hanya bertujuan bertahan hidup saja, tetapi ingin memperoleh apa yang terbaik bagi keberadaannya. Dari dorongan tunggal inilah, muncul keinginan-keinginan atau dorongan-dorongan lain yang disebutkan oleh psikolog lain, seperti kebutuhan untuk udara, air, dan makanan, kebutuhan akan rasa aman dan rasa cinta, dan sebagainya.

Biografi

Carl Ransom Rogers lahir di Oak Park, Illinois, daerah pinggiran kota Chicago pada 8 Januari 1902, merupakan anak keempat dari enam bersaudara yang lahir dari pasangan Walter dan Julia Cushing Rogers. Dia merupakan anak yang cukup cerdas dan bisa membaca dengan baik sebelum masuk taman kanak-kanak. Rogers lebih dekat dengan ibu daripada ayahnya, karena selama bertahun-tahun awal kanal-kanaknya, sering kali jauh dari rumah karena perkerjaannya sebagai insinyur sipil. Walter dan Julia Rogers sama-sama religius, membuat Rogers tertarik pada Alkitab sehingga dia rajin membacanya. Rogers dibesarkan dalam keluarga yang berkecukupan dan menganut aliran protestan fundamentalis yang terkenal keras, dan kaku dalam hal agama, moral dan etika.Dari orangtuanya, dia juga belajar nilai kerja keras – sebuah nilai yang, tidak seperti agama, lebih menetap abadi dalam dirinya di sepanjang hayatnya. Namun pada suatu waktu orangtua pindah ke daerah pertanian untuk mencegah dari pengaruh Suburb untuk anak-anak mereka. Di sinilah Rogers muda mulai tertarik dalam dunia pertanian.

Rogers memiliki cita-cita untuk menjadi petani, dan setelah lulus SMA dia masuk University of Wisconsin jurusan pertanian. Namun tak berapa lama kemudian dia mulai bosan dengan pertanian dan lebih tertarik kepada agama. Pada tahun ketiganya di Wisconsin, Rogers terlibat sangat dalam dengan aktivitas-aktivitas keagamaan di kampus dan menghabiskan waktu sampai 6 bulan berkeliling ke Peking, China untuk menghadiri konferensi agama bagi mahasiswa, dimulai dari tanggal . Perjalanan ini tampaknya memberikan kesan mendalam padanya. Interaksi dengan para pemimpin agama yang masih muda usianya sudah mengubahnya menjadi seorang pemikir yang lebih liberal dan mendorongnya menuju independensi dari pandangan-pandangan keagamaan orangtuanya. Pengalaman-pengalaman dengan rekan-rekan kepemimpinan ini juga memberi keyakinan-diri lebih besar dalam hubungan sosialnya. Sayang, dia kembali dari perjalanan itu dengan membawa penyakit.

Meskipun sakit mencegahnya untuk segera kembali ke kampus namun, sakit tidak bisa mencegahnya dari bekerja: Carl Rogers menghabiskan waktu sampai setahun menyibukkan diri dengan mengerjakan sebuah lahan pertanian dan pemotongan kayu setempat sebelum akhirnya dapat kembali lagi ke Wisconsin. Di sana dia segera bergabung dengan sebuah kelompok persaudaraan, menunjukkan rasa percaya diri yang lebih besar, dan secara umum penampilannya berubah dari sebelum dia pergi ke China.

Pada tahun 1924, Rogers masuk ke sekolah Union Theological Seminary di New York dengan niat menjadi pendeta. Ketika tinggal di seminari, dia mengikuti beberapa perkuliahan psikologi dan pendidikan di Columbia University dekat tempat tinggal. Di sana dia sangat terkesan oleh kemajuan perkembangan pendidikan John Dewey yang begitu kuat mendominasi fakultas keguruan universitas tersebut. Secara bertahap Rogers mulai enggan dengan pekerjaan-pekerjaan religiusnya yang bersifat doktriner itu. Meskipun Union Theological Seminary cukup liberal namun, Rogers memutuskan tidak ingin lagi mengukuhkan pengetahuannya tentang masalah iman selain menginginkan kebebasan lebih besar untuk mengeksplorasi ide-ide baru. Akhirnya, di musim gugur 1926 dia meninggalkan seminari untuk masuk ke Teachers College untuk mempelajari sepenuh waktu topic-topik psikologi klinis dan psikologi pendidikan. Dari sejak itu, dia tidak pernah kembali lagi ke agama formal. Hidupnya sekarang mengambil arah yang sama sekali baru – menuju psikologi dan pendidikan.

Pada tahun 1927, Rogers bekerja sebagai rekanan di Institute for Child Guidance yang baru didirikan di New York City dan terus bekerja di sana sambil menyelesaikan gelar doktoralnya. Di institute, dia mendapatkan pengetahuan dasar tentang psikoanalisis Freudian namun tidak begitu terkesan dengannya meskipun dia sudak mencobanya dalam praktik. Dia juga mengikuti kuliah Alfred Adler, tokoh yang mengejutkan Rogers dan anggota staf lainnya lantaran keyakinannya bahwa pengelaborasian sejarah kasus tidak begitu dibutuhkan lagi bagi psikoterapi.

Rogers menerima gelar Ph.D dari Columbia pada 1931 setelah pindah ke New York untuk bekerja di Rochester Society for the Prevention of Cruelty to Children. Selama fase awal karier profesionalnya ini, Rogers terpengaruh sangat kuat oleh gagasan-gagasan Otto Rank, salah satu rekan terdekat Freud sebelum keluar dari lingkaran-dalamnya., Pada 1936, Rogers mengundang Rank ke Rochester untuk memberikan seminar tiga hari mengenai praktik psikoterapi post-Freudian-nya. Kuliah umum Rank ini memberi Rogers sebuah keyakinan mendalam bahwa terapi merupakan konsep tentang hubungan yang menghasilkan pertumbuhan emosional, disediakan lewat cara terapis menyimak secara empatis dan penerimaan tanpa syarat klien mereka.

Rogers menghabiskan waktu 12 tahun di Rochester dengan melakukan perkerjaan yang dengan mudak mengisolasinya dari kesuksesan karier akademis. Dia sudah melepaskan keinginan untuk mengajar di Universitas setelah memperoleh pengalaman singkat mengajar selama musim panas 1935 di Teachers College dan setelah mengajar di jurusan sosiologi University of Rochester. Selama periode ini, dia menulis buku pertamanya, The Clinical Treatment of the Problem Child (1939), yang membuatnya diundang untuk mengajar di Ohio State University. Rogers sebenarnya ingin menolak tawaran ini namun istrinya mendesak untuk menerimanya, apalagi pihak otoritas universitas di sana setuju memberinya posisi puncak dengan gelar akademis professor penuh. Pada 1940, di usia 38 tahun, Rogers pindah ke Columbus untuk memulai karier baru.

Karena mendapat tekanan dan tuntuntan dari mahasiswa-mahasiswa S-2 yang diajarnya, Rogers secara bertahap muai mengonseptualisasikan ide-idenya tentang psikoterapi, yang tidak dimaksudkannya sebagai sebuah teori yang unik apalagi controversial. Ide-ide ini ditulisnya dalam Counselling and Psychotherapy, terbit tahun 1942. Di buku ini, yang menjadi reaksi bagi pendekatan lama terhadap terapi, Rogers meminimalkan penyebab-penyebab dari gangguan dan pengidentifikasian dan pelabelan kelainan-kelainan. Bahkan dia menekankan pentingnya pertumbuhan batin pasien (yang disebut Rogers “klien”).

Pada tahun 1944, sebagai akibat dari pecahnya perang, Rogers pindah kembali New York sebagai direktur pelayanan konseling bagi United Services Organisation. Setelah bekerja satu tahun di sana, dia mengambil sebuah posisi di University of Chicago, dimana dia mendirikan sebuah pusat konseling dan memiliki kebebasan lebih besar untuk meneliti proses dan hasil psikoterapi. Tahun 1945 sampai 1957 di Chicago itu menjadi tahun-tahun paling produktif dan kreatif sepanjang kariernbya. Terapi Rogers berkembang dari hanya sekedar menekankan metodologi, atau yang di awal tahun 1940-an disebut teknik “ tidak-mengarahkan” (non directive technique) menjadi sebuah teknik yang lebih menekankan hubungan klien-terapis. Dan dengan sifat ilmuwannya, Rogers lagi-lagi menggandeng para mahasiswa dan koleganya untuk menghasilkan riset terobosan mengenai proses dan keefektifan psikoterapi.

Karena ingin mengembangkan riset-riset dan ide-idenya ke dalam psikiatri, Rogers sekali lagi menerima tawaran posisi di University of Wisconsin pada 1957. Namun dia merasa frustrasi dengan kariernya di Wisconsin karena tidak sanggup menyatukan profesi psikiatri dan psikologi. Selain itu, dia merasa kalau beberapa anggota staf risetnya sendiri sudah terlibat dalam perilaku yang tidak jujur dan tidak etis. Kecewa dengan pekerjaannya di sini, Rogers pindah ke California, di mana dia bergabung dengan Western Behavioral Sciences Institute (WBSI) dan menjadi semakin tertarik dengan riset tentang kelompok-kelompok pertemuan.

Rogers mundur dari WBSI saat dia merasa lembaga ini mulai kurang demokratis. Bersama 75 anggota laninnya dari institut tersebut, Rogers membentuk Center for Studies of the Person. Dia terus bekerja dengan kelompok-kelompok pertemuan namun meluaskan metode person-centered-nya bidang pendidikan (termasuk melatih para dokter) dan politik internasional. Selama tahun-tahun terakhir hidupnya, Rogers banyak menyelenggarakan lokakarya di luar negeri, seperti Hungaria, Brazilia, Afrika Selatan, dan Uni Soviet. Pada 4 Februari 1987 Rogers, meninggal setelah operasi bedah tulang pinggulnya, hal ini cukup kontroversi karena beberapa .

Kehidupan pribadi Carl Rogers sendiri ditandai oleh perubahan dan keterbukaan terhadap pengalaman. Ketika masih remaja dia sangat pemalu, tidak memiliki teman dekat, dan “secara sosial tidak kompeten bahkan untuk menjalin hubungan artificial sekalipun”. Namu begitu, dia memiliki kehidupann fantasi yang aktif, yang di kemudian hari didiagnosisnya sebagai “schizoid”. Sifat pemalu dan inkompetensi sosialnya banyak membatasi hubungan Rogers dengan peremupan. ketika masuk University of Wisconsin pertama kali, dia hanya sanggup berbicara dengan seorang perempuan muda yang sudah dikenalnya waktu SD dulu di Oak Park – Helen Elliot. Helen dan Rogers kemudian menikah pada 1924 dan memiliki dua anak – David dan Natalie. Meskipun menghadapi sejumlah masalah besar di awal hubungan-hubungan antarpribadinya namun, Rogers segera tumbuh menjadi salah satu pemikir terkemuka yang menjadikan nyata bahwa hubungan antarpribadi di antara dua individu merupakan kekuatan dahsyat yang dapat menumbuhkan perkembangan psikologis yang sehat pada diri keduanya. Namun transisi ini tidak pernah mudah. Dia harus meninggalkan agama formal orangtuanya, untuk kemudian secara bertahap membentuk sebuah filsafat humanistik/eksistensial yang diharapkannya dapat menjembatani jurang pemikiran Timur dan Barat.

Rogers menerima banyak penghargaan semasa kehidupan profesionalnya yang cukup lama. Dia menjadi presiden pertama American Association for Applied Psycholog dan membantu organisasi ini kembali menyatu dengan American Psychology Association (APA). Atas jerih payahnya itu, dia dipercayai menjadi presiden APA untuk peride 1946-1947 dan kemudian dipercaya menjadi presiden pertama American Academy of Psychotherapist. Pada 1956 dia menjadi pemenang bersama psikolog lain dalam Distingushed Scientific Contribution Award yang pertama kali diadakan APA. Penghargaan ini sangat memuaskan Rogers karena itu berarti pengakuan terhadap kemampuannya sebagai periset, sebuah kemampuan yang sudah dipelajarinya baik-baik sejak dia masih seorang anak kecil yang tinggal di sebuah pertanian Illinois.

Rogers awalnya tidak begitu memerhatikan teori kepribadian. Dan seperti sudah disinggung di atas, di bawah tekanan dan tuntutan mahasiswa-mahasiswa yang diajarnya, dan juga demi memuaskan kebutuhan batinnya untuk dapat menjelaskan fenomena yang sedang diobservasinya itulah, maka dia mengembangkan teorinya sendiri, yang pertama kali diujicobakan dalam agenda APA ketika dia menjadi presidennya. Teorinya lebih disempurnakan dalam Client-Centered Therapy (1951) dan diungkapkan lebih detail lagi dalam edisi Koch. Namun begitu, Rogers selalu menekankan bahwa teori mestinya tetap bersifat tentative, dan dengan pemikiran seperti inilah kita mestinya mendekati diskusi tentang teori kepribadian Rogerian.

Hubungan antara biografi dan teori Carl Rogers

Walaupun dalam beberapa sumber referensi baik buku, maupun artikel tidak menyebutkan secara lengkap dan jelas tentang hubungan antara perjalanan hidup Rogers dengan teori yang ditemukannya (sebagaimana latar belakang perjalanan hidup Sigmund Freud yang dimana hampir semua berhubungan dengan asumsi-asumsi yang dibuatnya dalam kerangka psikoanalisa.), namun saya akan mencoba untuk menghubungkan antara beberapa pengalaman hidupnya yang kemudian menjadi latar belakang munculnya teori-teori kepribadian yang pernah diciptakannya. Hal-hal tersebut diantaranya :

1. Ketertarikan Rogers pada dunia pertanian yang ilmiah sangat berpengaruh terhadap penciptaan – penciptaan teori yang cukup gemilang. Ia sangat tertarik dalam mengembangkan sikap ilmiah terhadap alam, mencatat dengan detail observasi-observasinya. Catatan-catatan ini mengajarkannya kondisi-kondisi yang “dibutuhkan dan cukup” bagi pertumbuhan optimal tumbuhan dan hewan. Devosinya kepada metode ilmiah masih tetap melekat pada diri Carl Rogers sepanjang hidupnya. Observasi-observasi detail yang dilakukannya terhadap berbagai macam tumbuhan dan aktifitas hewani dan pemahamannya tentang kondisi yang “dibutuhkan” serta kondisi yang “tercukupkan” bagi pertumbuhan mahluk hidup membawanya kepada penelitian-penelitian tentang pertumbuhan psikologis manusia. Seperti pada asumsi-asumsi dasar pada teori person-centered mengenai Kecenderungan Formatif yaitu kecenderungan bagi semua hal untuk berkembang dari bentuk sederhana ke bentuk yang semkin kompleks, serta Kecenderungan mengaktualisasi diri yaitu kecenderunga manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan menuju pelengkapan atau pemenuhan potensi. Rogers mengambil banyak contoh dari alam, seperti organisme yang begitu kompleks berkembang dari satu sel tunggal,dll.

2. Pengaruh tokoh-tokoh seperti Otto Rank, Alfred Adler, serta John Dewey sangatlah besar dalam proses terciptanya teori person centered Rogers. Rogers terpengaruh sangat kuat oleh Otto Rank yang menimbulkan keyakinan dalam dirinya bahwa terapi merupakan konsep tentang hubungan yang menghasilkan pertumbuhan emosional. Kemudian pengaruh besar dari Alfred Adler pada dirinya mengenai pengelaborasian sejarah kasus tidak begitu dibutuhkan lagi bagi psikoterapi, membuat dia semakin mantap akan keyakinannya dimana dia lebih suka untuk membantu oranglain keluar dari masalah dan dapat berdiri serta mengembangkan pribadi yang sehat ketimbang menemukan alasan kenapa mereka bersikap demikian. Ini merupakan keyakinan – keyakinan dasar yang berujung pada terbentuknya teori person centered dan terapi clien centered.

3. Dalam biografinya disebutkan bahwa Rogers pada masa kecil sampai dewasanya merupakan seorang pribadi yang pemalu dan kurang mampu bersosialisasi. Sebagai anak laki-laki yang sensitif, dia mudah sekali merasa tersakiti oleh ejekan – ejekan yang diterimanya. Dari pengalaman-pengalaman ini Rogers paham betul tentang ketika seorang anak menyadari bahwa oranglain menghargai diri mereka dengan baik, mereka pun mulai menilai positif penghargaan itu danm menilai buruk penghinaan. Ini yang kemudian oleh Rogers disebut dengan positive regard atau anggapan positive, yaitu kebutuhan untuk dicintai, dihargai, dan diterima. Pribadi Rogers yang sensitive dan pemalu serta kurang mampu bersosialisasi cukup relevan jika dihubungkan dengan asumsi-asumsinya terutama tentang konsep diri, menjadi seorang pribadi, dan pribadi hari esok.

4. Cinta dan penerimaan seorang Helen Elliot pada Rogers yang berlatar belakang sebagai pemuda yang pemalu, sempat disebut “schizoid”, dan inkompetensi sosial yang kurang, menumbuhkan suatu insight dalam diri Rogers tentang apa yang kemudian di sebut dengan Unconditional Positive Regards atau anggapan positif tanpa syarat.


Sumber :

Feist, Jest & Gregory, J. Feist. 2006. Theories of Personality. McGraw Hill : New York

Hall, S. Calvin & Gardner Lindzey. 1978. Theories of Personality (Third Edition). John Wiley & Sons : USA

Alwisol. 2006. Psikologi Kepribadian Edisi Revisi. UMM Press : Malang

Minggu, 30 Januari 2011

SEDIKIT KIAT UNTUK TEMBUS SNMPTN

SNMPTN 2011? Saya SIAP!


SNMPTN, satu hal yang mungkin sudah tidak asing, keluar-masuk di telinga rekan-rekan SMA se-Indonesia yang sedang mempersiapkan diri untuk melamar ke perguruan tinggi negeri favoritnya. Umm, sekedar mengulang, SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) merupakan salah satu bentuk upaya Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional untuk menjaring para siswa SLTA yang memiliki kemampuan dan prestasi akademik yang tinggi untuk melanjutnya pendidikannya di Perguruan Tinggi. Para peserta yang nantinya lolos diharapkan memiliki mutu dan kualitas serta daya saing yang tinggi sebagai modal awal nan penting untuk memasuki dunia perkuliahan.

Nah, upaya untuk menjaring kualitas-kualitas unggul tersebut alhasil membuat bobot dan derajat kesulitan soalpun meningkat tiap tahunnya. Dan agaknya, hal ini juga cenderung membuat rekan-rekan siswa cemas, takut tidak diterima, cemas dengan tes yang akan diberikan, dan sebagainya. Maka pertanyaan-pertanyaan seperti, “bisa engga ya?”, akan sering bermunculan dalam benak rekan-rekan SMA sekalian. Namun tidak perlu khawatir, kecemasan, ,rasa gelisah merupakan reaksi psikologis yg sangat wajar yang sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai power rekan-rekan sekalian.

Yang terpenting sekarang adalah bagaimana rekan-rekan sekalian menjawab semua pertanyaan atas rasa takut dan kecemasan itu. Sehingga SNMPTN bukanlah hal yg menakutkan, dan kalian SIAP! Untuk menghadapinya,SIAP! meraih kesuksesan serta mimpi kalian!. Berikut adalah beberapa tips jitu serta kiat untuk kalian SIAP! Menghadapi SNMPTN 2011 nanti.


Niatkan dalam hati!


Ucapkanlah dan fokuskan keinginan kalian dalam hati dan pikiran, “aku ingin lolos SNMPTN”,ulangi pernyataan tersebut, semakin sering semakin bagus, karena ini akan memberikan energi dan semangat positif untuk usaha kalian.


Cari tahu materinya, dan kumpulkan!


Sedini mungkin cari tahu materi apa yang akan diujikan dalam SNMPTN, selain bisa kalian dapatkan lewat soal-soal tahun sebelumnya, manfaatkanlah internet untuk mencari tahu siapa tahu ada materi update yang belum pernah diujikan pada soal tahun sebelumnya. Kemudian kumpulkan buku serta referensi untuk menunjang proses belajar, bisa kalian beli ataupun pinjam lewat kakak kelas kalian.


Lihatlah ke belakang!


Soal-soal SNMPTN sebagaian besar mengacu pada soal-soal yang pernah di ujikan pada tahun sebelumnya sebagai bentuk standar awal, sehingga tidak jarang beberapa jenis soal akan banyak bermunculan. Jangan takut untuk membeli buku kumpulan soal-soal SNMPTN/SPM/UMPTN yang dijual secara eceran di toko/pasar,harganya murah dan bentuknya pun beragam.


Manajemen waktu!


Atur waktu kalian sedini mungkin, tambah porsi waktu belajar kalian. Ingat, masa depan ada di tangan kalian sendiri. Lakukanlah berbagai macam perubahan positif dalam diri dan kehidupan kalian. Waktu adalah kesempatan, semakin banyak kalian memanfaatkan waktu, semakin besar kesempatan kalian untuk mencapai tujuan akbar kalian. Kurangi porsi waktu yang kurang menunjang usaha kalian untuk mencapai tujuan kalian.


Latihan, latihan dan latihan!


practice makes perfect”, semakin sering kalian berlatih, insting dan kemampuan analisa kalian akan semakin tajam. Otak yang sering dirangsang/distimulus terbukti secara ilmiah mampu menganalisa dengan ketelitian sempurna terhadap suatu persoalan. Bahkan otak yg sering dilatih mampu memprediksi jenis-jenis soal yang nantinya akan keluar. Latihan juga meningkatkan kepercayaan diri kalian dalam menjawab soal


Berilah Reward!


Berikanlah “hadiah” untuk setiap kemajuan yang telah kalian lakukan, entah karena kalian sudah selesai mempelajari materi A, atau B, atau kalian telah belajar dalam waktu tertentu, berilah diri kalian “hadiah”, semisal nonton TV 15 menit, atau jalan-jalan sebentar sembari menyegarkan kembali pikiran kembali. Setelah itu lanjutkan lagi. Ini akan menjaga otak tetap fit dan sebagai bentuk motivasi diri untuk terus bergerak maju.


Jangan dipaksakan!


Ada saat-saat dimana kita merasa tidak dapat menyerap beberapa isi materi, yang terkadang terasa sangat menyebalkan karena sudah susah payah-payah membaca namun tetap tidak masuk.

Dalam situasi seperti ini, jangan dipaksakan!, karena hanya akan buang-buang waktu karena kita terus berkutat di materi sama dalam waktu lama. Tipsnya adalah keluarlah dari “zona jenuh”, pergi keluar kamar/rumah, hirup udara segar, dengarkan musik atau nonton tv dapat membuat otak yg “mampet” kembali rileks dan bisa menerima informasi seperti sedia kala.


Visualisasikan!


Visualisasikan dan imajinasikan dengan penuh niatan, perasaan dan keyakinan di pikiran kalian, dimana kalian dengan mudahnya menjawab soal-soal yang diberikan, dengan bangganya kalian saat kalian mengetahui bahwa nama kalian ada dalam daftar calon mahasiswa baru di universitas yang kalian idamkan, dan bayangkan dimana kalian sedang mengikuti perkuliahan di universitas tersebut. Kekuatan pikiran dan visualisasi merupakan salah satu rahasia yang tidak banyak diketahui orang. Terapkan dan jadilah pemenang.


Menjaga pikiran positif!


Kita menarik apapun yang kita pikirkan, jika kita memikirkan sukses, maka kita akan menarik kesuksesan, sebaliknya jika kita terlalu focus pada ketakutan dan kecemasan akan kegagalan, maka kegagalanlah yang akan kita tarik. Jadi mulai sekarang, buang jauh-jauh pikiran negatif, karena itu sangat tidak berguna, sadarilah bahwa diri kalian mampu, kalian memiliki potensi yang mengagumkan, dan kalian pantas untuk itu.


Banyak sedekah dan Doa!


Meski terdengar sepele, ini merupakan satu hal yang amat sangat penting. Berdoa membuat kita merasa dilindungi, aman, tenang, merasa memiliki banyak harapan dan keyakinan dalam menghadapi apapun. Sedekah jua tidak kalah penting, karena dengan bersedakah, niscaya apapun yang kita hadapi pasti dilancarkan oleh tuhan, dengan catatan mesti tulus dan ikhlas.


Minta saran dan doa dari

orangtua!


Doa dan cinta orangtua memang tiada duanya. Mintalah saran, dukungan moral dan doa pada orangtua. Dan gunakan mereka sebagai sumber inspirasi dan motivasi serta semangat juang kalian. Niatkan bahwa kalian ingin buat mereka bangga dan bahagia atas keberhasilan kalian.


Ikhlas!


Yang terpenting dalam menjalankan suatu apapun adalah keikhlasan. Keikhlasan berarti keselarasan antara keinginan dan hati serta perasaan anda. Semakin ikhlas akan semakin baik, karena akan menghilangkan tekanan dan bias-bias negatif yang akan mengganggu langkah kalian. Kata-kata ikhlas itu kira-kira seperti ini, “saya ikhlas atas apapun yang saya jalani saat ini, apapun hasilnya nanti saya pasrahkan pada yang kuasa, dan yang menjadi tugas saya saat ini adalah berdoa dan berusaha dengan segala daya upaya saya”.

Segala bentuk tips dan motivasi tidak akan berguna tanpa penerapan dan usaha maksimal dalam diri kalian. Sekarang tergantung dari seberapa besar niat kalian untuk mengubah hidup kalian, menikmati kesuksesan kalian, atau bahkan membahagiakan kedua orangtua kalian. Mari berubah, niatkan dalam hati dan lakukan. Serta katakan SIAP! Untuk SNMPTN yang sedang menanti kalian.

Salam Luar Biasa.

Made Adi Suadnyana, S. Psi, M. Psi.

Singaraja, 23 Januari 2011.


Selasa, 12 Januari 2010

Download gratis!! SUKSES UM UGM 2010, PERBESAR PELUANG ANDA DI SINI....!!

Berbicara masalah UM UGM, sanggupkah anda untuk bersaing dengan puluhribuan peserta yang akan mengikuti UM UGM??, dengan bermacam karakteristik, IQ sempurna, kepintaran matematis, dan teknik ujian yang super baik.

Pertarungan kepintaran ini sebenarnya bukanlah sebuah pertarungan biasa yang mengandalkan kecerdasan otak atau intelektual. Namun banyak hal lain yang telah diperhitungkan oleh panitia ujian untuk memilah, memilih, menyaring ribuan peserta tersebut. Termasuk anda salah satunya.

Nah, berangkat dari hal itulah. Dengan kemampuan yang ada dan saya mencoba untuk membantu anda-anda semua, bagaimana cara meperbesar peluang lulus UM UGM.

Dengan langkah sederhana PERBESAR PELUANG ANDA UNTUK MENJADI MAHASISWA UGM 2010-2011..! dengan mengikuti petunjuk singkat di bawah ini :

Cukup klik link dibawah ini :


Klik disini untuk Download Panduan Sukses UM-UGM 2010